Saya belajar coding sendiri, tanpa bootcamp atau kuliah IT. Modal saya cuma laptop dan satu prinsip sederhana: tidak berhenti sebelum programnya benar-benar jalan.
Saya mulai kurang dari setahun lalu, dan sejak awal memang tidak mengambil jalan yang aman. Alih-alih berlama-lama menonton tutorial, saya langsung menggarap proyek yang berat: sebuah SaaS multi-tenant. Semuanya saya tangani sendiri, dari isolasi antar-tenant, snapshot harga, ratusan pengujian, sampai proses deploy ke server dengan Nginx, SSL, dan CI/CD. Hasilnya bukan proyek latihan, tapi aplikasi yang benar-benar siap dipakai.
Dari sana saya mendirikan PT Endrich Teknologi Digital, supaya setiap hal yang saya bangun punya rumah yang resmi. Sejak itu saya merilis dua produk lagi, dan produk pertama kini saya tawarkan untuk diakuisisi.
Membangun produk seorang diri mengajarkan saya banyak hal, tapi saya juga sadar masih banyak yang belum saya kuasai. Karena itu, di sela-sela mengurus Endrich Tech, saya membuka slot terbatas untuk freelance (12–15 jam per minggu) — biar bisa ikut menggarap proyek orang lain, bertukar pikiran, dan berkembang bareng tim atau engineer yang jam terbangnya lebih tinggi.
BelajarOtodidakSejak 2025 — production dulu, tutorial belakangan
SekolahSMAN 5 WatamponeIPA · 2009
PerusahaanPT Endrich Teknologi DigitalFounder · Disahkan Juli 2026
DomisiliSamarinda, IndonesiaGMT+8 · overlap jam kerja dengan SG, HK, AU, JP
BahasaIndonesia (native) · Inggris (tulisan & teknis)Saya cukup nyaman membaca dokumentasi dan berkomunikasi secara tertulis dalam bahasa Inggris. Untuk speaking, saya masih terus belajar dan menambah jam terbang